marjono

eksponen pendamping desa miskin indonesia, sekarang menjadi babu rakyat

Kesenian Tradisional, Apa Kabar?

Tidak ada yang salah ketika kita bergerak menumbuhkembangkan kesenian daerah. Hal ini menjadi komoditas seni budaya yang...

Jamu Tradisional 100% Indonesia

Kita akui, jamu bukan sekadar obat tradisional. Secara turun temurun, jamu juga menjadi salah satu sumber penghasilan, b...

Menghentikan Korupsi di Aras Desa

ICW bahkan menyatakan Tahun 2021 aparat desa paling korup di Indonesia. Lembaga ini mencatat, sejak tahun 2015-2020 seb...

MENEBALKAN LITERASI KEBERAGAMAN

Sama dengan membuat selembar kain dalam menghasilkan sebuah karya rajutan yang berbeda-beda. Tentu dibutuhkan ada banyak...

Beasiswa Menyelamatkan Masa Depanmu

Di belahan negeri ini, diakui atau tidak, tak sedikit anak-anak kita, kaum muda yang punya potensi berprestasi tapi terp...

Teknologi Tepat Guna dan Keindonesiaan Kita

Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mudah, murah, memiliki nilai tamba...

Santri Menulis? Kenapa Tidak!

Sedari dulu saya menyadari bahwa pondok pesantren (ponpes) bukan hanya tempat santri beretorika dan tempat berdiskusi. P...

Sastra, Panasea Memberdayakan Masyarakat

Dengan memanfaatkan sastra dalam memberdayakan masyarakat, barangkali para pendamping atau fasilitator pembangunan (desa...

Berknalpot Brong : Cemen atau Idola?

Masih banyak cara lain untuk membuat anak muda popular tanpa harus brong-brongan. Kontes, atau event pada sirkuit balapa...

Suami dan Anak yang Menjadi Ibu

Suami yang harus mengambil peran sebagai istri atau ibu, biasanya dipicu oleh ekonomi yang terdesak. Pada umumnya rumah...

Perempuan Pun Berhak Melaporkan Tindak Korupsi

Saking sulitnya memberantas tindak pidana korupsi, praktik kusut itu seolah telah menyatu dalam kebudayaan masyarakat ki...

Saatnya Berpacu Melampaui Robot

Harapan kita, era robot bakal muncul anak muda yang pinter, inovatif, kreatif dan revolusioner yang mampu membuat robot...

Belajar Dari Serat Wedhatama

Wedhatama telah membentangkan perspektif yang harus dimaknai sebagai upaya simbol spirit explory, dreams dan discovery....

Soal Social Urban

Pada konteks membangun kota, kita ingin ikut titip pesan agar membangun kota dengan segala kompleksitas persoalan harus...

Menakar Survival dan Kualitas Media

Apapun eranya, bad news is not good news. Adalah hal penting pers memberitakan hal yang enak, menghibur dan memberikan s...

Pesan dari Perpustakaan Desa

Sudah saatnya kita melindungi masyarakat dengan menanamkan pengetahuan yang baik tentang bahaya intoleransi, radikalism...

G20 dan Bonus Demografi Kita

Implikasi positif lainnya dari penyelenggaraan pertemuan G20 di Indonesia adalah terciptanya lapangan pekerjaan. Pemerin...

Merangkul Klitih Anak Salah Asuhan

Fenomena Klitih menjadi bagian paras murung dunia pendidikan kita. Pendidikan karakter yang selama ini kita gembar-gembo...

Hormat Kepada Desa

Bagi desa kedaulatan pangan itu sudah menjadi tekad dan komitmen untuk bisa terwujud dengan baik. Bukan hanya bicara kec...

Siapkah Desa Tanpa Dana Desa

Keberadaan Dana Desa hanyalah stimulan, sedangkan partisipan gerakan tetap berhulu kepada perangkat dan warga desa. Inga...

Jangkar Moral Desa

Sejak awal, pemerintah maupun pemda hingga pemerintah desa bisa mencegah laju arus orang desa yang lari ke kota. Bebera...

Kanjuruhan Berjatuhan

Insiden Kanjuruhan harus diinvestigasi menyeluruh dan usut tuntas, sehingga menjadi pelajaran semua pihak. Kejadian ini...

MotoGP Mandalika, Event Atau Perilaku

Kita bisa memperlakukan aktivitas seperti event MotoGP Mandalika 2022 lebih dari sekadar event. Kita bisa merekayasa per...

Membudayakan Anggaran Responsif Gender

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia perempuan masih berstatus...

Mata Air VS Air Mata

Kita sepakat dan terus mendorong konservasi sumber daya air agar keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungs...